Serangan Serangga Ge eR
Pada
kamis malam, gue sama sepeda gue memutuskan untuk cycling on the night. Sebuah
ritual yang biasa gue lakuin sama sepeda gue ketika kita sama-sama boring. Gue
keluar jam tujuh tepat. Malem jum’at. Gue pengen keliling-keliling kota
Mojokerto. Tujuannya satu, cari inspirasi baut nulis blog. Dan akhrinya dapet.
Nih lagi gue tulis.
Sebelum
lanjut keliling kota Mojokerto sama sepeda gue, gue beli pulsa dulu. Maklum,
pulsa gue lagi habis. Kalo gak habis, mana mungkin gue beli pulsa. Gue beli
pulsa elektrik lima ribu. Harganya enam ribu. Nggak adil buat gue. Setelah
pulsa terisi, gue bayar dengan uang pas, lima ribu. Waktu gue mau pergi dari
tuh tempat jualan pulsa, mas-mas yang jualan pulsa ngomong ke arah gue.
“Mas
kembaliannya mas.”
Gue yang merasa terpanggil, langsung saja maju baut ngambil
kembalian. Tapi tiba-tiba ada orang di belakang gue langsung maju buat ngambil
tuh kembalian. Itu kembalian dari beli air isi ulang. Gue ternyata terlalu Ge
eR.
Gue
lanjutin perjalanan cycling on the night gue. Gue ngelewatin suatu perkampungan
kumuh yang gelap banget. Gimana gue bisa tau kalo tuh perkampungan kumuh tapi
suasana lagi gelap banget. Terlalu berhipotesis gue. Waktu gue lewat sana, gue
merasa ada yang manggil gue. Suaranya kayak anak-anak.
“Mask ok
ganteng amat sih. Anak mana lo..?”
Gue merasa panggilan itu buat gue. Otomatis gue noleh ke
sumber suara. Ternyata suara tadi nggak untuk gue. Tapi buat seorang mas-mas
yang lagi lewat situ dan ternyata emang ganteng tuh mas-mas. Ternyata anak-anak
jaman sekarang seleranya tinggi. Sekali lagi gue Ge eR.
Gue lanjutin perjalanan gue. Gue lewat jalan Gajah Mada.
Terus gue berhenti akibat distop sama lampu merah. Saat gue distop sama lampu
merah, gue diserang sama sebuah objek yang tak dikenal. Namanya serangga. Entah
serangga apa itu, tapi yang jelas serangga itu kecil dan suka sama cahaya.
Serangga tersebut sangatlah nakal. Serangga itu berniat nyium gue tanpa ijin.
Sampai-sampai masuk ke dalam mulut gue. Gue bertarung sama tuh serangga, Dan
tara, gue menang. Dengan penuh luka parah.
Gue
lanjutin perjalanan gue. Selama perjalanan, gue terus di serang oleh koloni
serangga tak dikenal. Gue tancap gas meninggal kan para serangga-serangga mesum
tadi. Gue terus dikejar, tapi gue berhasil lolos. Gue yang lelah, istirahat
sambil beli makanan. Ketika gue lagi nunggu pesenan makanan gue, serangga-
serangga mesum tadi menyerang lagi. Gue bertarung untuk yang kedua kali. Kali ini gue mengeluarkan semua
kemampuan gue. Jurus-jurus mematikan pun gue keluarkan. Rasengan keluar,
Kamehame keluar, bahkan jurus kaki seribu pun keluar. Itu geu keluarkan setelah
pesenan makanan gue udah jadi. Gue langsung tancap gas kabur menghindari
serangan-serangan serangga mesum tadi. Gue ngebut dengan kecepatan yang sangat
cepat. Dua kilometer persekon kurang.Setidaknya itu cukup cepat buat nyalip
orang jalan kaki. Gue lewat jalan pintas. Dijalan pintas tersebut gue di
teriakin “Orang Gila” oleh orang tak dikenal. Mereka teriak-teriak seperti
orang gila. Yang gila itu sebenernya siapa. Gue diteriakin seperti orang orasi
di depan gerbang DPR. Ternyata gue terlalu Ge eR. Yang diteriakin orang gila,
memang orang gila. Orang gila itu sedang naik motor Ninja RR. Bener-bener gila.
Akhirnya
gue sampai rumah degan selamat. Meskipun penuh luka, gue tetap jantan. Gue ke
kamar, terus nangis sejadi-jadinya. Curhat sama guling dan bantal. Terus gue………
Cuci muka, lalu bengong bentar, terus nulis ini, terus liat televii bentar,
terus, terus,terus pak, terus . Beles pak, jangan mepet-mepet pager. Lah malah
gue jadi tukang parkir. Ya udah sekian postingan gak jelas ini. Selamat Jalan.
04.38
|
Label:
Sharing Pengalaman
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Short Story Mind @ copyright 2013. Diberdayakan oleh Blogger.
Check
Riwayat Hidup
- Propariotik
- Gue adalah gue. Gue yakin jika gue akan jadi penulis. Kenapa..? Karena gue saat ini sedang menulis ini. Nggak percaya, liat aja tulisannnya. Follow @propariotik
0 komentar:
Posting Komentar