About Malam Minggu


                Setiap nama hari selalu memiliki makna. Seperti Minggu, yang merupakan hari libur. Hari dimana manusia bisa bermalas-malasan sesuka mereka. Kalo nggak suka,nggak usah malas. Hari Senin. Hari awal mulai sekolah, kuliah, dan kerja. Hari yang sebagian orang membencinya. Mereka malah bermunajat jika hari senin dihilangkan. Dan menjadikan hari selasa sebagai hari pertama. Ini berarti mereka manusia bego. Tetep aja hari selasa jadi hari pertama untuk melakukan aktivitas. Payah.!
                Hari selasa. Hari beradaptasi. Ketika hari senin, mereka banyak menggerutu. Marah-marah. Emosi. Bad Mood. Geram. Sehingga sebagian dari mereka idungnya pindah kejidat. Mereka sudah bisa santai. Karena sudah terbiasa dengan hari sibuk. Hari Rabu demikian. Hari kedua untuk beradaptasi. Mereka melakukan kegiatan seolah sudah terprogram di otak mereka. Hari kamis, mereka mulai bosan dengan pekerjaan mereka. Mereka kembali marah-marah. Hari Jum’at, hari pulang pagi. Semua pulang pagi karena harus jum’at-an. Para cewek juga pulang pagi. Padahal mereka nggak sholat jum’at. Ini sebenarnya tidak adil.
                Dan hari yang digemari para manusia di muka bumi adalah, hari Sabtu. Ujung weekend. Hari dimana mereka (Manusia.red), bisa melupakan segala capek mereka. Kalo mereka capek akan kerja, mereka akan libur. Kalo capek sekolah, ya tidur aja dirumah. Kalo capek kuliah, kongkow di warung kopi khusus mahasiswa. Kalo capek sama si doi, mending putus aja.
                Hari Sabtu, terutama pas malam hari a.k.a Malam minggu, menjadi waktu yang paling di favoritkan dari setiap waktu dalam satu minggu. Alasannya sederhana. Mulai yang dari :
1.       Bisa keluar sama pacar
2.       Bisa menghabiskan waktu sama keluarga dengan jalan-jalan muterin kota.
3.       Bisa menikmati malam tersebut sampai larut. Jadi kalo besok bangunnya ngebo gak masalah.
4.       Bisa kopdar sama cewek gebetan.
5.       Bisa liatin orang pacaran (Nb : Bagi jomblo)
Mereka akan berbondong-bondong pada hari tersebut, untuk menuju hotspot-hotspot kota yang ramai. Mereka akan disana sepanjang malam. Mungkin kalo pantat mereka sudah gatal, mereka akan pergi cari tempat lain. Prinsipnya seperti kutu rambut. Kalo udah bosen, pindah tempat.

Banyak penjual-penjual makanan yang menjajakan makanannya pada malam minggu tersebut. Tak jarang, banyak terjadi tawuran antar pedagang. Alasannya simpel. Mereka rebutan pelanggan. Apalagi yang jualan jomblo. Nah pelanggannya jomblo. Mereka akan saling cakar demi mendapatkan pelanggan tersebut. Nanti bisa sambil menyelam liatin ikan. Jadi nawarin dagangan sambil minta nomer hapenya. Ini berlaku kalo penjual cowok dan pembeli cewek. Atau sebaliknya. Tidak berlaku jika penjual cowok dan pembeli cowok. Apalagi dia memiliki bulu cambang dan alis yang hampir menyatu. Ini sungguh dilarang.
Malam minggu kadang juga diajadikan ajang mencari jodoh bagi para jomblo. Para jomblo akan senang tiasa berdandan sekece mungkin, sewangi mungkin (Biasanya pake pengharum ruangan), dan serapi mungkin. Mereka kemudian nongkrong di tempat yang eye catching. Mereka akan selalu menampilkan senyuman bahagia, mirip SPG di dealer sepeda motor. Kalo jomblo nya cowok, mereka pasti ngeliatin semua cewek yang lewat di depan mereka. Dengan catatan, cewek itu lewatnya sendiri atau sama temen ceweknya. Bukan lagi jalan sama cowok. Mereka nggak akan melepaskan pandangan pada cewek yang keliatannya jomblo. Sukur-sukur kalo itu cewek terpukau. Terus ngajak kenalan. Minta nomer. Minta diajak jalan. Minta ditarkatir makan. Terus minta dianterin pulang. Kemudian ngomong “Mau nggak kamu jadi suami aku. Aku janda beranak satu.”. Otomatis, jomblo tersebut langsung mendadak epilepsi.
Terkadang, banyak jomblo-jomblo pada malam minggu tersebut yang nongkrong hanya ingin untuk menggoda para cewek yang sedang melintas di depan mereka. Alasannya satu. Mereka adalah kaum penyuka sesama jenis. Atau mungkin mereka sedang di tinggal pacar yang lagi keluar negeri. LDR. Jadi mereka melampiaskan rasa kangennya dengan menggoda para cewek tersebut. Ketika cewek itu melintas, mereka akan bersiul-siul. Mirip kakak tua yang pengen dikebiri. Kemudian kalo cewek itu ketawa kecil, mereka akan ketawa besar. Kalo cewek yang digoda cuek, mereka akan berkata “Ciee sok cuek ciee..!” Atau. “Ciee lempeng ciee..” Atau “Mbak..mbak.. lagi jadi limbad ya.?”
Mereka terus melakukan itu sampai jiwa mereka rusak. Nah kalo udah gitu, mereka kemudian menjuhut sebuah knalpot kecil yang hanya bisa mengeluarkan asap jika dibakar. Rokok. Mereka kemudian menyeduhnya dengan nikmat. Kemudian mengeluarkan asapnya dari mulut mereka. Kini mereka lebih mirip pabrik gula yang sedang menjalanka proses produksi.
Malam minggu kadang juga dijadikan ajang nembak cewek. Emang nggak ada hari romantis lain apa. Kayak pas Valentine. Atau pas hari cantik. Hari ganteng. Hari Panca(?)
Mereka kalo nembak pasti ada gelagat anehnya. Dari yang mulai “Coba deh, liat bintang itu. Indah ya.?” Terus ceweknya, eh gebetannya, ngeliat bintang itu juga. “Kayak kamu indahnya.” Gebetannya langsung noleh kearah cowok yang ngomong hal itu. Cowoknya kemudian mengalihkan pandangannya dari bintang, menuju Gebetannya. Ia menatap dalam gebetannya tersebut. Berusaha merengkuh gebetannnya untuk dipeluknya melalui tatapannya. “Kamu mau nggak jadi cewek aku.” Kata si cowok dengan mata yang membuat gebetannya leleh. “Aku mau kamu bisa.” Terus cewek yang ditembak akan diam. Dia akan pura-pura mikir supaya keliatan pinter. Padahal enggak. Terus kalo udah cukup lama, sekitar dua jam diem, mereka akan menjawab dengan sedikit menyebalkan. Mereka mengangguk terus ngomong “Iya. Aku mau.” Cowoknya langsung loncat-loncat kegirangan. Saking girangnya, dia loncat ketinggian. Akibatnya dia nyangsang di pohon palem. Itu kalo diterima.
Kalo nggak diterima. Gini. Pas di tembak “Kamu mau nggak jadi cewek aku.?” Dia diem selama dua jam juga. Si cowok nunggu dengan harap-harap gemas. Kemudian, si cewek menatap si cowok. Tepat di titik mata si cowok. Dunia seolah berhenti. Suasana jadi sedikit tegang. Mereka saling pandang. Hingga menimbulkan efek listrik di tatapan mereka. Si cewek memegang tangan cowoknya. Si cowok berdebar-debar nggak karuan. Mirip kalo liat penyanyi dangdut goyang di atas panggung. Berharap si cewek mau nerima. Dengan tatapan teduh si cewek berkata. “Aku nggak bisa nerima kamu. Rasa ku ke kamu hanya sebagai temen. Nggak bisa lebih.” Kata si cewek. Si cowok kecewa. “Dan juga, aku sudah suka sama orang lain. Temen kamu itu.!” Si cewek menunjuk seorang cowok yang tampak sedang bercanda dengan teman-temannya. Satu kata. Nyesek.! Ditambahi akhiran biar kece. Nyesek men.!
Tanpa disadari, Hari Sabtu adalah hari keramat bagi umat manusia. Banyak kesenangan yang ditimbulkan oleh hari sabtu. Tapi tak jarang, banyak juga yang dibikin nyesek sama hari Sabtu. Terutama para jomblo. Mereka kadang melewatkan Malam minggu begitu saja. Mubadzir. Harusnya mereka, melakukan hal yang dilakukan. Nyari gebetan. Nyari kenalan. Jangan nyari banyu setan. Tapi, dari tulisan gue ini ada yang mengganjal. Gue jomblo. Kok gue nulis seakan-akan gue nggak jomblo ya.? Emm,, mending gue cabut aja.. ^^
               


0 komentar:

Posting Komentar

Short Story Mind @ copyright 2013. Diberdayakan oleh Blogger.
Blacy Smiley - Silly

Check

Jaringan Penulis Indonesia Moker

Riwayat Hidup

Foto saya
Gue adalah gue. Gue yakin jika gue akan jadi penulis. Kenapa..? Karena gue saat ini sedang menulis ini. Nggak percaya, liat aja tulisannnya. Follow @propariotik

Pengikut

Visit

Cerpenmu