UNAS : Ujian Nasional Akhir (jadi) Sejarah

 Ini ketika gue curhat sama otak gue tentang apa itu UNAS. Gue yang pertama, otak yang ke dua.
UNAS..?? nama buah ya..?| Bukan.| Nama sayur.?| Bukan|. Nama benda.?| Bukan.| Oh, nama presiden..!| Bukan dodol..!| Lha terus apa.?| Gue juga nggak tahu..!!.| Kita Buka Wikipedia aja..!| Oke.| Ini UNAS menurut Wikipedia.
Ujian Nasional biasa disingkat UN / UNAS adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.
Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar.
Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan, yang dimaksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional atau sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan, kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standard setting.
Nah itu,tuh pengertian UNAS menurut Wikipedia.| Oh,gitu ya.| Iya.| Terus itu kenapa tulisannya ada yang biru.| Gue langsung ambil dari wikipedianya.| Kenapa nggak disaring.| Ah, lo banyak tanya deh.| Diem kenapa.| Nggak mau.| Ceritain tentang UNAS dulu.| Nah itu tadi kan udah diambil dari Wiki. Masih nggak ngerti.?| Nggak lucu. Postingan nya kurang aneh.| Oke.

Menurut gue,UNAS itu adalah sebuah media pembunuhan mental. Kenapa,karena dalam ujian nasional,yang paling berpengaruh terhadap kelulusan siswa adalah mental. Selain kemampuan otak dan pemikiran. Jika mental nya nggak kuat,maka dia pasti gagal. Kenapa dia gagal.? Karena dia kalo mental nya lemah,dia nggak bisa fokus sama UNAS nya. Dia malah menggerogoti pensil sampe habis, makan kertas soal UN nya, sampai-sampai menggigit pengawas ujian nya. Nauzubillah min zalik.

Tapi jika mental sang pelaku UNAS kuat,maka ia bisa menakluk kan semua soal ujian. Dengan berbagai cara. Nyontek lah, buka hape lah,buka kunci jawaban lah,ato beli bakso lah. Semua mereka bisa lakukan. Jika ditegur sang guru pengawas,mereka tetap cuek. Orang udah kebal. Dari Banten sob. Atlit debus.
Ayo cemungudh kaka...!!


Gue selal bertanya sama diri gue sendiri,kenapa harus ada UNAS. Gue pernah menganggap UNAS itu sia-sia. Kenapa, karena saat ini perguruan tinggi negeri tak percaya sama nilai UNAS. Karena mereka menduga,banyak terjadi kecurangan saat UNAS . Mereka ( Perguruan tinggi negeri .Red) seperti mempunyai paranormal. Padahal,banyak juga yang ngerjain UNAS dengan jujur.. Mereka yang ngerjain UNAS denga jujur,seolah-olah terkena PHP. Kasian.

Oke lanjut. Menurut gosip atau berita dari utusan negara api, jika tahun depan,tahun gue buat UNAS, katanya akan dilakukan UNAS secara online. Mungkin nanti akan mengalah kan Point Blank Online. Oke ngaco. Ujian tersebut tetap akan dilakukan di sekolah. Tapi nanti siswa akan diberi komputer, ngarep dot kom, lalu dikasih modem,asyik..., lalu di suruh UNAS online. Ah males banget. Mending main Point Blank. Oke mulai ancur cerita gue.

Dalam UNAS online itu,katanya sih, dari utusan negara api itu, sekali jawab kagak bisa dihapus. Kagak bisa lo type X, kagak bisa lo bakar. Kagak bisa lo rubah. Jalan satu satunya adalah,berhati-hati dalam menjawab. Kalo nggak,nanti bakalan dapet, "Jebakan Betmen". Alias jawaban salah. Nah kalo dah gitu, KITA HARUS GIMANA..? Kita lo aja kali. Diem. Gue belom selesai cerita. Oke lanjut. Gue sebagai calon pengikut UNAS tahun depan jadi was-was. Kenapa,karena metode sekali jawab itu lho. Bikin bulu kaki gue berdiri semua. Yeyeyey lalalala.... Stress.

Menurut gue UNAS itu harusnya dihapuskan. Jadiin sejarah aja. Kenapa.? Karena seperti yang gue bilang tadi, UNAS nggak ngefek buat masuk Universitas. Kalo mau masuk Universitas, andalin nilai rapor. Gitu aja kok repot. Sekiah deh...




                                   

0 komentar:

Posting Komentar

Short Story Mind @ copyright 2013. Diberdayakan oleh Blogger.
Blacy Smiley - Silly

Check

Jaringan Penulis Indonesia Moker

Riwayat Hidup

Foto saya
Gue adalah gue. Gue yakin jika gue akan jadi penulis. Kenapa..? Karena gue saat ini sedang menulis ini. Nggak percaya, liat aja tulisannnya. Follow @propariotik

Pengikut

Visit

Cerpenmu