Maba Detected (Menjadi Botak)
Yoo wassap readers..!! Lama ya gue gak ngepost cerita. Biasa. Guelagi pikun kalo punya blog. Otak gue rada-rada gimana gitu. Tapi, karena hari ini, ehmm... gue punya laptop ama bebebnya (baca : modem) baru, gue mau ngeshare cerita tentang gue yang jadi maba. Lo tau kan maba? Mahasiswa bangsat! Ehh... becanda ding. Maba itu mahasiswa banda aceh. Ashhh... sori bajakk. Mahasiswa baru maksudnya.
Banyak orang yang menilai kalo jaman Mahasiswa Baru adalah jaman perpeloncoan. Kayak di gundul, di suruh ini itu, di suruh makan sambil nongkrong di atas meja dosen (becanda). Emang bener sih. Gue sempet disuruh gundul. Gue kasih tau, jujur gue bergidik ngeri saat gue mau digundul. Ibarat kata, leher lo udah mau dipotong pake sebilah pedang, di mana pedang itu udah nyentuh leher kita. Gue langsung ngedrop. Padahal, seminggu lalu gue barusan potong pendek. Nah sekarang, gue harus potong lagi dengan model gundul.
Sebelumnya, pengumuman potong gundul itu adalah potong plontos. Berdasarkan surat edaran rektor, Maba wajib mencukur rambut hingga plontos. Pas baca itu surat edaran, gue langsung keselek. Gue kan saat itu liat dari hape. Untung hapenya nggak ketelen. Semisal ketelen... yaudah. Tapi kemudian, direvisi jadi gundul max rambut 1 cm. Alhamdulillah lega.. setidaknya kepala nanti tidak gersang.
Parah lagi adalah temen gue. Seumur-umur dia hidup, dia nggak pernah ngerasain gundul. Bahkan ketika dia lahir, rambutnya udah gondrong saja. Berkibar, mengeluarkan asap panas. Dia langsung pucat pasi ketika membaca surat edaran itu.
"Emak.. masak aku harus gundul? Duh, kiamat dehh.."
Gue hanya ketawa-ketawa melihatnya begitu. Gue kemudian memotivasi dia untuk gundul. Gundul itu menyenangkan kok.
Then, bencana itu terjadi. Gue dan temen, datang dengan gerak-gerik malu-malu ayam. Gue langsung masuk ke tukang cukur nya itu. Gue duduk. Mesin pencukur rambut mulai menyala. Perlahan namun sadis, bapak cukur itu mulai membabat rambutku. Kulihat rambutku berjatuhan ke mata. Kelilipan bego!
Tak berapa lama kemudian, gue berevolusi. Gue jadi manusia gundul yang hina. Sungguh sehina-hinanya. Mana bayar cukurnya sepuluh rebu lagi. Kampret bener. Temen gue langsung menggerutu karena rambutnya sudah longsor. Setelah bayar, gue dan temen gue pulang. Temen gue langsung photo selfie. Dia masih nggak percaya kalo kepalanya sudah kayak cilok bakar ujung. Di elus kepalanya, merasakan rambut yang masih bersisa.
Sementara gue, merasa biasa. Gue udah dua kali gundul sebenernya. Jadi tidak terasa begitu malu akan menjadi gundul. So my confident as strong as stone. Gue siap menjalani kegundulan ini dengan baik. Temen gue, siap untuk mengumpat setiap kali ada mata yang menatapnya lalu mengejeknya.
to be continued...
05.57
|
Label:
Ah lagi Curhat
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Short Story Mind @ copyright 2013. Diberdayakan oleh Blogger.
Check
Riwayat Hidup
- Propariotik
- Gue adalah gue. Gue yakin jika gue akan jadi penulis. Kenapa..? Karena gue saat ini sedang menulis ini. Nggak percaya, liat aja tulisannnya. Follow @propariotik
0 komentar:
Posting Komentar