Maba Detected (Rangkaian Test)

Hari pertama ketika melakukan akitvitas kampus, kami selaku maba (Yang terhomat), selain kepalanya dibotakin, kami juga diwajibkan untuk memakai pakaian Putih Hitam. Botak dan pakaian Putih Hitam. Mirip astor twister. Juga masalah yang lain adalah, wajib memakain pantofel. Sumpah, hal itu merupakan siksaan terberat dalan dunia pendidikan. Gue jalan tiga meter, telapak kaki gue udah kesemutan. Sepuluh meter, paha gue kram, seratus meter peluh pertama gue turun mengucur dari dahi ke hidung lalu ke mulut, sekilo kemudian kaki gue mati rasa, dan walhasil sejak hari itu pantofel adalah musuh utama gue.
Hari pertama, gue selaku maba (Yang terhormat) harus mengikuti serangkaian tes. Tes pertama adalah test toefl. Gue seumur-umur nggak pernah ngikutin tes toefl. Gue pikir, toefl itu cuman ngerjain soal bahasa inggris kayak ujian nasional gitu. Tapi.... ternyata berbeda. Sejam pertama, listening tes. Menurut pengalaman gue tentang listening tes, kuping lo diwajibkan sehat walafiat. Jika tidak, maka bisa dipastikan lo akan mendengar suara-suara gaib dari balik speaker.
Soal pertama mulai diputar. Gue manggut-manggut karena mengerti. Soalnya, yang diputar pertama kali cuman intro doang. Ketika soal pertama diputar, gue langsung mengumpati speaker dan pembaca soal yang ada di dalam speaker (?) Pasalnya mereka membacakan soalnya dengan kecepatan 800 rpm kalo nggak salah. Berapakah 800 rpm itu? Tanya anak teknik Fisika aja!
Soal pertama selesai di putar. Kami selaku peserta diijinkan berpikir. Baru mikir sekitar... 12 detik, soal kedua di putar kembali. Njrit! Lo becanda apa ngajak ribut? Soal listening UN aja disuruh mikir semenit aja udah ngos-ngosan. Ini 12 detik? Degradasi otak!
Ketika gue melihat soal kedua, soal keempat sudah dibacakan. Gue langsung panik. Ini gimana nasib soal nomer 2 dan 3 gue? Gue mencampakkannya pada akhirnya. Sadis!
Gue mengikuti permainan speaker tersebut. Sumpah, gue nggak ngerti dengan apa yang diucapkan oleh speaker. Gue cuman bermain batin dalam menjawab soal listening itu. Wallahualam.
Then, pindah ke stage dua. Reading. Kami cuman diberikan waktu kurang dari sejam untuk mengerjakan. Gue bersiap-siap. Dan ketika gue buka, gue langsung mengutuk sang pembuat soal. Isinya soal cerita dan panjang banget mecem kumis biksu. Mata gue panas, hati gue panas, panas..panas..panas... panasin airnya!
Hasilnya, beberapa soal tak terjawab. Aku tak sanggup. Lalu bel berbunyi dan ujian usai. Ujian gue end!
Hari kedua, gue tes Psikotest. Tujuannya untuk mengetahui apakah Mahasiswa itu waras atau tidak. Gue awalnya nervous ketika akan menjalani psikotes. Karena gue ngerasa, gue agak tidak waras. Gue berangkat siang. Saat itu udara panas dan terik matahari bersimbiosis penyiksaan manusia. Gue selalu berharap terdapat Air Conditioner alam. Merek panasonic kalo bisa.
Begitu masuk ke dalam kelas, seperti jargon Mama dedeh (Sejuk di hati). Dinginnya AC kelas mampu membuatku terbuai. Gue duduk di bangku paling tengah (Justify). Gue duduk di samping anak cowok yang mungkin lumayan ganteng (Jangan lo pikir gue tertarik terus gue suka dia!)
Kemudian, pemandu ujian menjelaskan peraturan ujiannya. Tahap pertama dari psikotest ini adalah memilih salah satu jawaban dari dua pilihan yang diberikan. Jujur ini sulit. Sulit karena.... aku tak bisa memilih diantara keduanya (ceileh..)
Selama tes, gue dibuat frustasi. Kedua pilihan itu benar-benar sulit untuk dipilih. Gue sempet galau ketika memilih jawaban. Tapi karena adanya malaikat, aku akhirnya menuruti perkataan malaikat. Namun sebelumnya, malaikat meminta pendapat kepada setan.
"Yak yang sudah selesai bisa langung ke tahap dua.."
Lah, ini gue belom selesai ngisi main lanjut aja.. What the f*ck!
Tahap dua, kita disuruh untuk menggambar. Kita diberi sebuah petunjuk yang harus dikembangkan. Otak gue langsung pilek. Harus nggambar apa gue??!!
Gue memanggil suatu jurus rahasia untuk mengatasi ini. The power of kepepet and frustation. Ini adalah jurus yang maha dahsyat. Ini adalah jurus yang aku kembangkan sendiri ketika Deadline makin deket. Dan dari 8 kotak, gue berhasil menciptakan gambar-gambar ajaib di luar nalar. Mulai dari dasi, tiang listrik, lorong, dan gambar lain yang absurd.
Kemudian tahap ketiga. Kita diharuskan untuk menggambar orang dan pohon. Dilarang tokoh kartun. Mampus! Gue nggambar siapa? Gue paling tinggi, gue nggambar kepala doang. Sekali lagi gue mengeluarkan jurus itu. Gue berhasil menggambar.... pengemis kurus kering akibat nggak makan tiga tahun (Gizi Buruk). Untuk pohonnya, entah pohon apa. Pokoknya ada akar, batang dan daun yang berbentuk seperti rambut keribo. Aku namai pohon itu Absurdicotus Keribondus Tc.
Selesai psikotest, gue keluar kelas langsung sarap. Kepala gue puyeng, gue jalan kayak orang mabok. Oh my god! Sampai kosan gue tepar.
Hari ketiga, tes TPA. Tes Pembuatan Angkasa. Eh, maksudnya Tes Potensi Akademik. Dari tes ini, yang paling berkesan ada tiga hal. Yang pertama, bel tanda waktu usai Ujian. Itu sangat sesuatu banget. Maksudnya... BIKIN JANTUNGAN. Untungnya, gue nggak mengidap sakit jantung. Seandainya gue mengidap, mungkin pada sesi pertama gue sudah meregang nyawa.
Kedua, soalnya bikin gue terkesima. Emejing. Gue terkesima akan soalnya sampai-sampai gue lupa untuk ngerjain soalnya. Kombinasi angka dan rumus sukses membuatku klepek-klepek.
Ketiga, karena emejingnya soal TPA, gue dibikin ngiler di sesi terakhir. Ini serius. Gue ngiler di sesi akhir. Iler gue membasahi LJK. Gue langsung panik. Gue takut LJK gue tidak lolos scan gara-gara iler gue. Diem-diem gue berdoa, tuhan keringkanlah bekas iler gue di LJK ini.
Dan rangkaian tiga hari akan tes-tes sebagai maba selama tiga hari usai. Seneng sekaligus sedih. Senengnya, ujian kelar gue bisa tidur seharian. Sedihnya, saking kecapean gue nggak bisa tidur. Sama aja boong!!

Sekian.

0 komentar:

Posting Komentar

Short Story Mind @ copyright 2013. Diberdayakan oleh Blogger.
Blacy Smiley - Silly

Check

Jaringan Penulis Indonesia Moker

Riwayat Hidup

Foto saya
Gue adalah gue. Gue yakin jika gue akan jadi penulis. Kenapa..? Karena gue saat ini sedang menulis ini. Nggak percaya, liat aja tulisannnya. Follow @propariotik

Pengikut

Visit

Cerpenmu