Degradasi Moral
Moral.
Satu kata yang merupakan kata penting dalam kehidupan manusia.
Kini dijaman pra-Kiamat, kata ini tidaklah penting. Tidaklah berarti. Justru cenderung dilupakan. Kata yang katanya orang jaman dulu harus dicapkan didalam otak. Kata yang jadi pengontrol kegiatan manusia. Now? Moral = Bullshit!
Penanaman moral pada kaum remaja kini sudah langka. Remaja kini hanya dicekoki oleh namanya teknologi, globalisasi, dan hura-hura. Mereka sudah tidak peduli lagi dengan Tata krama, Etika, dan Kesopanan. Semuanya kini dilakukan dengan selengekan, masa bodo, ini idup-idup gue.
Gue mau cerita sesuatu di sini. Cerita yang rada-rada vulgar sih. Hasil gue survei dari koran, berita online, DLL
Tatkala, seorang pemuda sedang jatuh cinta kepada seseorang wanita. Dia dengan begitu gigihnya mengejar cinta sang perempuan hingga akhirnya perempuan itu luluh dan jatuh pada pelukannya. Mereka berdua kemudian jadian. Setelah itu mereka menjalani masa pacaran mereka layaknya pasangan kekasih sedang dimabuk cinta. Pergi makan bareng, nonton bareng, suka-duka bareng, hingga ke kamar mandi pun bareng. #eh
Pada suatu waktu, sang cowok mengajak sang cewek ke rumahnya. Kebetulan rumah sang cowok sedang sepi karena ortunya keluar kota. Dengan manis sang cowok mempersilahkan masuk sang cewek. Cewek itu sampai tersipu-sipu hingga merona pipinya. Kemudian sang cowok menuntun sang cewek menuju meja makan untuk makan malam. Candle light dinner. Dengan romantis, mereka melakukan adegan itu. Cahaya temaram lilin membuat wajah mereka sedikit samar dalam kegelapan ruangan. Hanya seulas senyum, bunyi dentingan sendok dan piring, dan senyum mereka yang mengisi keromantisan itu. Sesekali sang cowok menggengam tangan sang cewek.
Setelah itu mereka menuju ruang tengah untuk menonton DVD. Sang cewek menyandarkan bahunya di pundah sang cowok. Dengan mata yang tak pernah teralih dari layar, tangan sang cowok mulai menjelajah.
"Eh..," teriak sang cewek kaget.
Si cowok hanya tersenyum penuh arti yang tak dapat diartikan secara jelas oleh sang cewek.
"Kamu sayang nggak sama aku?" tanya si cowok tiba-tiba. Si cewek langsung bangkit dan menatap si cowok dengan tatapan lain.
"Kamu kenapa?" tanya si cewek.
"Kamu sayang nggak sama aku?"
"Ya jelaslah aku sayang kamu. Kalo nggak, gabakal aku pacaran sama kamu."
Dengan sedikit ragu bercampur bimbang, si cowok mendekati si cewek dengan perlahan. Lalu diusapnya puncak kepala cewek itu. Ia mendekatkan bibirnya ke telinga si cewek, kemudian membisikkan sesuatu.
"Bercinta? apa itu?"
"Kamu ikut aku, nanti aku kasih tau."
"Ngomong dulu apa itu bercinta!"
"Kamu sayang nggak sama aku?" Mata si cowok menatap lurus ke titik mata si cewek. Cewek itu terdiam, terpesona, membeku diam karena tatapan cowok yang ada di hadapannya ini. Dan kemudian, si cewek karena asas sayang kepada sang pujaan hati, akhirnya ia nurut.
Nah, dari cerpen singkat diatas yang gaje bukan main, gue coba mengarahkan cerita ini mau dibawa kemana. Yap, gue mau menjelaskan tentang degradasi moral. Terutama tentang yang berbau pacaran dan pergaulan bebas.
Gue kalo baca-baca media online, akhir-akhir ini ceritanya tentang perkosaan, pencabulan, pelecahan seksual. Bukan hanya sekali atau dua kali. But More..! Dan rata-rata pelakunya anak ABG. Pernah gue baca, ABG-ABG yang tertangkap biasanya melakukan aksinya di kos-kosan cowok. Modusnya, si cewek diajak jalan-jalan sampai ngantuk, terus diajak mabok, nah terus dibawa ke kosan, terus.... lo bisa prediksi apa yang terjadi berikutnya.
Lalu, gue pernah survei di Facebook. Gue nyari fans page khusus dewasa. Dan gue menemukan berbagai hal-hal vulgar di sana. Gue lihat komenan, banyak yang menawarkan jasa kencan, jasa tidur bareng, DLL.
Sejauh pengamatan gue, kini remaja-remaja sudah rusak moralnya. Bukan barusan, tapi sejak dulu kala. Masa-masa rentan adalah masa puber yaitu selang usia 16-20. Mereka kerap kali mabuk cinta dan lupa apa yang namanya pembatas. Jika sudah begitu, berbagai tindakan asusila tak canggung mereka lakukan. Mulai dari ciuman, pegang-pegang, hingga berakhir di ranjang. Atas nama "Cinta" mereka rela melupakan sejenak dunia mereka, menggantinya dengan dunia "Kenikmatan" yang sesaat. Atas dasar cinta pula kadang mereka dengan prinsip "Suka sama suka", mereka melakukan hal itu.
Somehow, mereka juga tak canggung untuk mengumbar ke "mesuman" mereka. Dengan mengirimi pesan singkat kepada pasangan mereka yang "Ngeres". Gue masih nggak tau, apa itu yang dinamakan pacaran. Pernah juga gue ngeliat orang sedang bermadu kasih di tempat yang gelap-gelap dekat semak-semak. Apa itu yang dimakan romantis? Ada juga yang sengaja menyewa kamar hotel untuk membuktikan cintanya dengan berdua di dalam kamar hotel. Itu yang namanya kasih sayang?
SALAH! Itu semua adalah bentuk dari degradasi moral. Bentuk dari salahnya pemahaman tentang cinta itu sendiri. Cinta tak melulu berkaitan dengan Seks! Dengan Seks, maka cinta seseorang itu terbukti. Goblok! Lo hewan apa manusia?! Yang dimaksud cinta itu adalah saling menjaga pasangannya. Baik tingkah laku, hati, dan pikiran. Kalo pasangan lo nyaman sama lo, maka itu cinta. Kalo pasangan lo mintanya "Ayo dong kita ciuman.." "Ayo dong kita begituan..." "Ayo dong... sini aku pecahin kepala kamu.." Berarti pasangan lo itu hewan! Pasangan lo tak kalah ubahnya dengan hewan mamabiak yang pikirannya monoton! So, kalo lo sayang sama pasangan lo, cinta sama pasangan lo, hormati dia. Jaga dia baik-baik. Nanti kalo sudah waktunya, lo bisa lamar dia. Nikah sama dia. Hidup berdua dengannya. Its Love!
Bentuk degradasi moral seperti itulah yang harus segera ditanggulangi. Agar kedepannya remaja bangsa tidak semakin RUSAK! Katanya bangsa kita butuh perubahan? Tapi berubahnya kok jadi makin ancur. So, jika bangsa kita ingin maju, benahi dulu moral kita. Nggak bayangkan negara kita bejat tapi pengen terus maju. Mimpi yang cuman awang-awang semata.
05.43
|
Label:
Mulai Bener
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Short Story Mind @ copyright 2013. Diberdayakan oleh Blogger.
Check
Riwayat Hidup
- Propariotik
- Gue adalah gue. Gue yakin jika gue akan jadi penulis. Kenapa..? Karena gue saat ini sedang menulis ini. Nggak percaya, liat aja tulisannnya. Follow @propariotik
0 komentar:
Posting Komentar