The War Isn't Over Yet

Pemilu pilpres udah selesai. Pemilihan DPR juga udah selesai. Pesta demokrasi intinya sudah selesai. Harusnya kan rakyat bahagia setelah melakukan sebuah pesta yang digelar lima tahun sekali. Dan perang antara dua calon itu usai setelah terpilihnya salah satu dari mereka menjadi presiden. Tapi nyatanya, Perang belum sepenuhnya usai.
Justru setelah terpilihnya Jokowi menjadi presiden, gerakan Kapal Motor Pandhawa (KMP) jadi semakin ganas. Dengan kekuatan di DPR karena pemilik kursi terbanyak adalah angota KMP, maka dapat dikatakan KMP hampir memegang kendali pemerintahan. Akan tetapi ada anggota KMP yang tidak sepenuhnya memihak Prabowo. Mereka berdalih karena Jokowi dinilai mampu membangun negara dengan kebijakan-kebijakannya. Hal ini mengakibatkan perpecahan di dalam kubu partai yang ikut poros KMP. Akhirnya berujung pada pemecatan.
Namun yang membuat perang ini belum berakhir bukan hanya itu saja. Faktor orang berinisial FZ ikut berperan. Beliau ini suka sekali mengkritisi kebijakan yang diambil oleh Jokowi. Bahkan teradang kontroversial. Seperti tentang kenaikan BBM. Katanya pemikiran pemerintah terlalu cetek. Katanya pemerintah bisa mencari cara lain tanpa harus menaikkan harga BBM dan mengurangi subsidi.
Well, but its how political work right?
Masalah terbesar yang dihadapi pemerintah bukan itu. Akan tetapi perpecahan yang terjadi di dalam tubuh DPR menjadi faktor kunci. DPR yang meng-Goalkan keputusan pemerintah. Jika mereka pecah, maka dapat dipastikan apapun yang diputuskan pemerintah tidak akan terlaksana. Terlebih sebagian dari mereka adalah kubu Prabowo yang begitu loyal. Padahal sebenernya ketika Prabowo misal jadi terpilih kala itu, toh kebijakannya pun palingan juga sama. Karena pada dasarnya Jokowi dan Prabowo itu pemikirannya sama. Hanya berbeda karakter orangnya. Ketika Prabowo ditanya tentang BBM, beliau pernah mengatakan akan menghapus subsidi dan menaikkan harga jadi 12.000 per liter. Well, intinya sama. Dengan mengurangi subsidi saja negara menghemat dana sekitar satu trilliun kalo gak salah. Atau mungkin lebih. Jadi kesimpulannya subsidi BBM memakan anggaran cukup besar. Karena eh karena, Pertamina sendiri telah melakukan hal goblok yaitu membeli bensin dengan kadar oktan tinggi di luar negeri (Pertamax) yang nantinya dijadikan bahan bakar beroktan rendah (Premium). Hal ini yang ternyata membuat anggaran kita Bengkak! BBM RON 92 jadi BBM RON 88. Hadehh... Eh kok jadi ngelantur ding!
Ketidaksatupaduan ini yang membuat pemerintah sulit untuk melakukan perkembangan kebijakan. Efeknya, banyak masyarakat yang tidak puas akan hal ini. Maka muncullah gerakan #SalamGigitJari #ShameOnYouJokowi dan hastag-hastag lain. Jangan kebanyakan main hastag. Ntar gue comot tuh hastag terus gue jadiin pager rumah.
Masyarakat yang kecewa ini justru dimanfaatkan sejumlah oknum, terutama media untuk menjelekkan pemerintah. Oke, hal ini wajar dalam dunia politik. Tapi jika sampai membuat editing vulgar yang melibatkan presiden, itu sudah kurang ajar. Bolehlah kita kecewa terhadap presiden tapi nggak gitu juga. Akan tetapi ada suatu yang menggelitik dalam kekecewaan masyarakat tersebut. Yah mereka menghujat Jokowi as presiden dengan sesuka hati mereka. Padahal mereka belum tau rasanya jadi presiden gimana. Dipikir gampang? Hahaha... Gampang ndasmu!
Banyak anak kecil dengan pongahnya ketika ditanya "Cita-citamu kalo besar apa dek?". Seketika dia menjawab "Jadi Presiden kak!"
Sekarang ketika lo nanya "Cita-citamu kalo besar apa dek?". Mereka akan menjawab "Gak mau jadi presiden. Ntar pusing mikirin BBM."
Perang emang belum selesai. Namun harapan kedepannya mereka semua bisa bersatu. Lupakan almamater partai dan berbaurlah menjadi satu. Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tapi tetap satu jua. Jangan berbeda-beda tapi tetap satu yaitu gue!. Untuk kepentingan negara, kepentingan partai politik dikesampingkan dulu. Jangan arogansi partainya terus keukeuh dibawa. Intergrasikan itu lebih baik. Jika ingin menyuarakan pendapat kritis boleh namun harus sesuai. Jangan asal mencerca dan asal menyuruh mundur. Kalo lu diposisi gitu lu bisa apa? Sekarang dikembalikan pada lu semua. Sebelum nilai orang ukur potensi anda dulu. Jika punya ide salurkan ke pemerintah dengan baik. Hal itu akan berdampak positif terhadap pembangunan negara ini.  (Gue jadi kelihatan tua kalo bijak gini). Sekian.

0 komentar:

Posting Komentar

Short Story Mind @ copyright 2013. Diberdayakan oleh Blogger.
Blacy Smiley - Silly

Check

Jaringan Penulis Indonesia Moker

Riwayat Hidup

Foto saya
Gue adalah gue. Gue yakin jika gue akan jadi penulis. Kenapa..? Karena gue saat ini sedang menulis ini. Nggak percaya, liat aja tulisannnya. Follow @propariotik

Pengikut

Visit

Cerpenmu