Tulisan Pejantan Alpha

Gue tak pernah mengira, menjadi seorang pejantan alpha, bisa menjadi seberat ini. Ya, memiliki anak-anak yang harus diasuh dan membesarkan mereka sangatlah tidak mudah. Salah masukan, salah pula output yang dihasilkan. Sesuai dengan peribahasa, kau menuai apa yang kau tanam.

Menjadi seorang mahasiswa semester ke 5, merupakan tanda jika usia telah semakin menua. Datangnya maba menjadi tonggak awal dalam menandakan "Hey, dirimu sudah tua!". Wajah culun mereka, senyum takut-takut mereka, cengiran malu-malu, bahkan sikap curi-curi pandang mereka, menjadi satu ketika pertama kali masuk ke dalam jurusan. Yang namanya ospek atau kaderisasi, menjadi suatu momok menakutkan bagi seluruh Maba. Pikirnya cuma satu, "Senior itu dewa."

Menginjak semester 5 ini, pergumulan terkait organisasi menjadi hal yang biasa dalam hidup. Marah, seneng, tengkar, bahkan saling support. Namun tak hanya itu, terkadang seluruh diri kami dicemooh oleh sebagian orang yang menganggap kami sebagai orang yang bodoh. Tak pernah terkira pula, gue memegang jabatan yang notabene nya "Mengurusi maba". Mayoritas seluruh kegiatannya adalah memang untuk mengembangkan skill dari mahasiswa itu sendiri. Pelatihan, upgrading, dan lain-lain, menjadi hal yang membosankan bagi departemen ini, Namun, hiburan selalu datang jika membahas ospek/Kaderisasi.

Terkadang, yang namanya maba selalu dijadikan objek yang harus selalu menderita. Pertama oleh senior, kedua oleh senior jurusan lain, ketiga oleh asisten praktikum yang nyatanya adalah senior. Ya, maba adalah rakyat jelata yang harus tunduk terhadap yang namanya dewa (Senior.red). Tetapi, ada pula yang berusaha mematahkan mitos tersebut. Ada dua hasil yang mungkin terjadi, pertama dia akan diakui oleh senior, kedua dia akan dijadikan bahan bullyan selama setahun. Tapi, mayoritas yang kedua, sih.

Ini kenapa gue jadi melebar, yak? Oke, selow.

Jadi, selama gue memangku cewek, eh jabatan ini, gue udah merasakan beberapa hal yang sudah dijalani oleh para sesepuh dahulu. Yang namanya himpunan, itu menghimpun mahasiswanya, menyatukan aspirasi, dan bergerak. Tapi fakta lapangan yang terjadi adalah, mahasiswa yang dihimpun harus dicari dulu seperti kita menggiring bebek. Kenapa, karena dari pihak fungsinaris dari himpunanlah yang harus mencari massa dalam setiap kegiatan. Definisi sebagai fasilitator bagi seluruh mahasiswa, tidak terjalankan secara benar. Kesan yang timbul adalah para pembuat acara membutuhkan orang untuk menyukseskan acaranya. 

Oke, tulisan ini kemudian menjadi serius, dan tiba-tiba suasana tegang! So, selow aja.

Ini pendapat gue, harusnya ketika suatu himpunan menjadi fasilitator, dia tidak seharusnya bingung dengan massa yang akan hadir dalam acara tersebut. Ketika dia mulai bingung, maka satu pertanyaan besar, apakah perannya sebagai fasilitator sudah mulai mengalami degradasi dan berubah menjadi Event organizer swasta? Jikalau begitu, mending bubarkan saja himpunan itu! Banyak yang mengatakan bahwa "Mungkin, engkau kurang mengajak kita-kita aja. Coba dong diajak.".

Kita sudah mengajak. Dan hasilnya, yan tetap saja itu-itu saja. Spesies yang sama, varietas yang sama, dan perilaku yang sama.

"Tembungi personal!" Gue sudah lakukan hal itu, dan nyatanya dia tidak datang pada acara tersebut.
Dunia organisasi kini menjadi keras, layaknya bursa bola yang terus melangit hingga kini. Kalau secara bodoh gue boleh memilih, gue lebih memilih maih mahjong daripada uler tangga.

Lah, malah main uler tangga, author goblok!

Oke, itu hanya secuil masalah seputar dunia organisasi gue. Itu hanya luarannya saja. Dalam internal pun demikian susah. Bukannya gue mengeluh, tapi memang seperti itu yang dirasakan. Mengisi gelas kosong itu mudah, tapi untuk mempetahankan isian kita pada gelas yang haus akan cairan, itu susah. Haruslah isian kita itu berkerak, menempel, bagai jigong pada gigi! 

Harapan sebagai pejantan alpha selalu tinggi pada calon penerus ini. Akan tetapi, perlahan kobaran api mereka perlahan mulai meredup di sela-sela kabut kesibukan yang mencekam. Hal itu yang selalu gue takutkan. Ketika tiada yang meneruskan langkah kita, mau dibawa kemana mimpi kita nanti?

Mungkin itu dulu aja yang bisa gue tulis, Nantikan tulisan-tulisan lain. Melalui tulisan ku bersuara, mengungkap rasa dan logika, kau tak bisa melawan kata, karena dia selalu berada di sana.


1 komentar:

ultimahjacks mengatakan...

Winstar World Casino Hotel - JTM Hub
J.V. has a new online 경주 출장샵 casino 동두천 출장마사지 for 제주 출장안마 you. Join today and play. WinStar World Casino Hotel offers 청주 출장샵 3000+ slot machines, table games, 양산 출장안마 video poker

Posting Komentar

Short Story Mind @ copyright 2013. Diberdayakan oleh Blogger.
Blacy Smiley - Silly

Check

Jaringan Penulis Indonesia Moker

Riwayat Hidup

Foto saya
Gue adalah gue. Gue yakin jika gue akan jadi penulis. Kenapa..? Karena gue saat ini sedang menulis ini. Nggak percaya, liat aja tulisannnya. Follow @propariotik

Pengikut

Visit

Cerpenmu